Jumat, 03 Juni 2016

Makalah Implementasi Kurikulum



Tugas : makalah                          

 IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM




Oleh :
kelompok II


                                                     Zulkifli                : 21311088
                                                 Risa Saraswati          : 21311066
                                                 Yeni Purwanti             : 21311085
                                                 Nurul Amri Rizki As  : 21411094
                                                         Neni                    :21311055







PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
KENDARI
2016








KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan judul kegiatan dan implementasi manajemen kurikulum.
Makalah ini secara khusus disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah manajemen kurikulum dan program pendidikan pada Semester VI tahun 2016.
kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan, kekeliruan dan kesalahan yang terdapat pada makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun kami harapkan dapat disampaikan kepada kami.





                                                                                                                             

                                                       Kendari, 11- 2016



                                                         Penulis





DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ……………………………………........     i
KATA PENGANTAR…………………………………………...      ii
DAFTAR ISI………………………………………………….....      iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang……………………………………………........   1
B.     Rumusan Masalah…………….………………………………..     2
C.     Tujuan …………………………….…………………………....    2
D.    Manfaat………………………………………………………....    2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian manajemen kurikulum ………………………………    3
B.     Implementasi manajemen kurikulum…………………………....     4
C.     Ketatalaksanaan Kurikulum Di Sekolah………………………...    8

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ……………………………………………………...   14
B.     Saran …………………………………………………………….   15
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Kurikulum adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen kurikulum tersebut terdiri dari tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Dalam bentuk sistem ini kurikulum  akan berjalan menuju suatu tujuan pendidikan dengan adanya saling kerja sama diantara seluruh subsistemnya. Apabila salah satu dari variabel kurikulum tidak berfungsi dengan baik maka sistem kurikulum akan berjalan kurang baik dan maksimal.
Melihat dari bentuk kurikulum tersebut, maka dalam Implementasi  manajemen kurikulum sangat diperlukan suatu pengorganisasian pada seluruh komponennya. Dalam proses pengorganisasian ini akan berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan. Sedangkan manajemen adalah salah satu displin ilmu yang implikasinya menerapkan proses-proses tersebut. Maka dalam penerapan Implementasi Manajemen  kurikulum, seorang yang mengelola lembaga pendidikan harus menguasai ilmu manajemen, baik untuk mengurus pendidikan ataupun kurikulumnya. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas tentang pengertian, tujuan, fungsi, prinsip-prinsip, ruang lingkup, proses, dan faktor pendukung serta penghambat implementas manajemen kurikulum, serta hubungan teori pendidikan dan kurikulum.


B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
1.      Bagaimana pengertian  manajemen kurikulum ?
2.      Bagaimana implementasi manajemen kurikulum ?
3.      Bagaimana ketatalaksanaanatau implementasi  manajemen kurikulum disekolah ?

C.    Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian  manajemen kurikulum ?
2.      Untuk mengetahui implementasi manajemen kurikulum ?
3.      Untuk mengetahui ketatalaksanaan atau Implementasi  manajemen kurikulum disekolah ?

D.    Manfaat
Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada kita sebagai mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang  bagaimana idealnya Implementasi Manajemen kurikulum  . Makalah ini juga dapat dijadikan sebagai acuan atau pertimbangan dalam pembuatan makalah selanjutnya mengenai Implementasi Manajemen Kurikulum





BAB II
PEMBAHASAN



A.    Pengertian  Manajemen implementasi Kurikulum

Implementasi Manajeman kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang komperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum (Sudarsyah A. dan Diding Nurdin, 2010: 182) . Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus di kembangkan sesuai dengan konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). oleh karna itu, otonomi yang di berikan pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan memproritaskan kebutuhan dan ketercapaian saran dan visi dan misi lembaga pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijakan nasional yang telah ditetapkan.
implementasi  Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar Implementasi manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
Implementasi  Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mangajar. Sedangkan kurikulum sendiri mempunyai arti yang sempit dan arti yang luas. Kurikulum dalam arti sempit adalah jadwal pelajaran atau semua pelajaran baik teori maupun praktek yang diberikan kepada siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan tertentu.
Sedangkan dalam arti luas kurikulum diartikan sebagai berikut. Sebenarnya terdapat tiga jenis organisasi kurikulum yaitu:
1.      Kurikulum Terpisah (Sparated Subject Curriculum) di mana bahan pelajaran disajikan secara terpisah – pisah seolah – olah ada batas antara bidang studi dan antara bidang studi yang sama di kelas yang berbeda.
2.      Kurikulum Berhubungan (Correlated Curriculum) yaitu kurikulum yang menunjukan adanya hubungan antara mata pelajarah yang satu dengan yan lain. Seperti IPS (gabungan dari mata pelajaran Sejarah Geografi, Ekonomi, Sosiologi ), IPA (gabungan dari Fisika, Biologi, Kimia).
3.      Kurikulum terpadu (Integrated Curriculum) yaitu kurikulum yang meniadakan batas – batas antara berbagai bidang dan didalam mata pelajaran tersebut terdapat keterpaduan mata pelajaran serta menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unik.

B.      Implementasi Manajemen Kurikulum

1.      Manajemen Perencanaan Kurikulum

Bagaimana implementasi kurikulum akan baik jika  Perencanaan kurikulum terealisasi  sebagai suatu proses sosial yang kompleks dan menuntut berbagai jenis tingkat pembuatan keputusan kebutuhan untuk mendiskusikan dan mengkoordinasikan proses penggunaan model-model aspek penyajian kunci. Sebagaimana pada umumnya rumusan model perencanaan harus berdasarkan asumsi-asumsi rasionalitas dengan pemrosesan secara cermat. Proses ini dilaksanakan dengan pertimbangan sistematik tentang relevansi pengetahuan filosofis (isu-isu pengetahuan yang bermakna), sosiologis (argumen-argumen kecenderungan sosial), dan psikologi (dalam menentukan urutan materi pelajaran).
Perencanaan kurikulum dijadikan sebagai pedoman yang berisi petunjuk tentang jenis dan sumber peserta yang diperlukan, media penyampaian, tindakan yang perlu dilakukan, sumber biaya, tenaga, sarana yang diperlukan, sistem kontrol, dan evaluasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan perencanaan akan memberikan motivasi pada pelaksanaan sistem pendidikan sehingga dapat mencapai hasil yang optimal.
Kegiatan inti pada perencanaan adalah merumuskan isi kurikulum yang memuat seluruh materi dan kegiatan yang dalam bidang pengajaran, mata pelajaran, masalah-masalah, proyek-proyek yang perlu dikerjakan. Isi kurikulum dapat disusun sebagai berikut:

  • Bidang-bidang keilmuan yang terdiri atas ilmu-ilmu sosial, administrasi, ekonomi, komunikasi, IPA, matematika, dan lain-lain.
  • Jenis-jenis mata pelajaran disusun dan dikembangkan bersumber dari bidang-bidang tersebut sesuai dengan tuntutan program.
  • Tiap mata pelajaran dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasan atau standar kopetensi dan kopetensi dasar.
  • Tiap-tiap mata pelajaran dikembangkan dalam bentuk silabus.

2. Manajemen Pengorganisasian dan Pelaksanaan Kurikulum(Implementasi Manajemen Kurikulum)
Manajemen pengorganisasian dan pelaksanaan atau implementasi manajemen  kurikulum adalah berkenaan dengan semua tindakan yang berhubungan dengan perincian dan pembagian semua tugas yang memungkinkan terlaksana. Dalam manajemen pelaksanaan kurikulum bertujuan supaya kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal ini manajemen bertugas menyediakan fasilitas material, personal dan kondisi-kondisi supaya Implementasi Manajemen kurikulum dapat terlaksana dengan baik.
Implementasi Manajemen kurikulum dibagi menjadi dua:
a.       Pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah
b.      Pelaksanaan kurikulum tingkat kelas

3.      Manajemen Pemantauan dan Penilaian Kurikulum
Pemantauan kurikulum adalah pengumpulan informasi berdasarkan data yang tepat, akurat, dan lengkap tentang pelaksanaan atau Implementasi manajemen kurikulum dalam jangka waktu tertentu oleh pemantau ahli untuk mengatasi permasalahan dalam kurikulum. Pelaksanaan kurikulum di dalam pendidikan harus dipantau untuk meningkatkan efektifitasnya. Pemantauan ini dilakukan supaya kurikulum tidak keluar dari jalur. Oleh sebab itu seorang yang ahli menyusun kurikulum harus memantau pelaksanaan kurikulum mulai dari perencanaan sampai mengevaluasinya.
Secara garis besar pemantauan kurikulum bertujuan untuk mengumpulkan seluruh informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah ini lah substansi dari konsep Implementasi Manajemen kurikulum. Dalam tataran praktis, pemantauan kurikulum memuat beberapa aspek, yaitu sebagai berikut:

  • Peserta didik, dengan mengidentifikasi pada cara belajar, prestasi belajar, motivasi belajar, keaktifan, kreativitas, hambatan dan kesulitan yang diahadapi.
  • Tenaga pengajar, dengan memantau pada pelaksanaan tanggung jawab, kemampuan kepribadian, kemampuan kemasyarakatan, kemampuan profesional, dan loyalitas terhadap atasan.
  • Media pengajaran, dengan melihat pada jenis media yang digunakan, cara penggunaan media, pengadaan media, pemeliharaan dan perawatan media.
  • Prosedur penilaian: instrument yang dihadapi siswa, pelaksanaan penilaian, pelaporan hasil penilaian.
  • Jumlah lulusan: kategori, jenjang, jenis kelamin, kelompok usia, dan kualitas kemampuan lulusan.
4.      Perbaikan Kurikulum
Dalam pelaksanaan implementasi manajemen kurikulum, Kurikulum suatu pendidikan itu tidak bisa bersifat selalu statis, akan tetapi akan senantiasa berubah dan bersifat dinamis. Hal ini dikarenakan kurikulum itu sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan yang menuntutnya untuk melakukan penyesuaian supaya dapat memenuhi permintaan. Permintaan itu baik dikarenakan adanya kebutuhan dari siswa dan kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami perkembangan dan pertumbuhan terus menerus.
Perbaikan kurikulum intinya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar implementasi Manajemen Kurikulum dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan yang dapat disoroti dari dua aspek, proses, dan produk. Kriteria proses menitikberatkan pada efisiensi pelaksanaan atau Implementasi Manajemen  kurikulum dan sistem intruksional, sedangkan kualitas produk melihat pada tujuan pendidikan yang hendak dicapai dan output (kelulusan siswa).
Berkaitan dengan prosedur perbaikan, seluruh komponen sumber daya manusiawi, seperti: administrator, pemilik sekolah, kepala sekolah, guru-guru, siwaswa, serta masyarakat mempuanyai sangat berperan besar. Tanggung jawab masing-masing harus dirumuskan secara jelas. Selain itu aspek evaluasi juga harus dikaji sejak awal perencanaan program perbaikan kurikulum. Dengan evaluasi yang tepat dan data informasi yang akurat akan sangat diperlukan dalam membuat keputusan Implementasi Manajemen  kurikulum dan intruksional.

Sedangkan dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus proses Implementasi manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap :
1.      Tahap perencanaan
Meliputi langkah-langkah:

  •  Analisis kebutuhan
  • Merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis
  • Menentukan disain kurikulum
  •  Membuat rencana induk (master plan) pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.

2.      Tahap pengembangan
Meliputi langkah-langkah:

  •        Perumusan rasional atau dasar pemikiran
  •        Perumusan visi, misi, dan tujuan
  •        Penentuan struktur dan isi program
  •    Pemilihan dan pengorganisasian materi
  •       Pengorganisasian kegiatan pembelajaran
  •      Pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar Penentuan cara mengukur hasil belajar.

3.       Tahap implementasi atau pelaksanaan (Implementasi Manajemen Kurikulum)
Meliputi langkah-langkah:
a.       Penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

  •       Penjabaran materi (kedalaman dan keluasan)
  •        Penentuan strategi dan metode pembelajaran
  •       Penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran
  •        Penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar
  •        Petting lingkungan pembelajaran

4.      Tahap penilaian
Terutama dilakukan untuk melihat sejauh mana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif.
Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input, proses, produk (CIPP) Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan, kondisi aktual, masalah-masalah dan peluang. Penilaian Input: memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi design dan cost benefit dari rancangan. Penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. Penilaian product berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif).

C. manajemen implementasi kurikulum di sekolah

Implementasi manajemen kurikulum atau Tatalaksana kurikulum di sekolah merupakan kegiatan yang sangat penting di antara kegiatan-kegiatan administratif lainnya. Kurikulum dengan diiringi tatalaksanan yang baik, tepat, dan cermat akan mampu membuahkan hasil pendidikan yang baik pula, oleh karena itu para kepala sekolah harus memperhatikan secara khusus implementasi manajemen kurikulum
Memahami dan mengenal berbagai aspek administrasi pendidikan di sekolah memang merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap guru, karena di samping tugas pokoknya sebagai pendidik, guru berfungsi pula sebagai administrator yang menyangkut Implementasi Manajemen kurikulum.
1.      Organisasi Kurikulum
Organisasi Kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada murid-murid. Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai karena pola-pola yang berbeda akan mengakibatkan isi dan cara penyampaian pelajaran berbeda pula.(Prof. Dr. Nasution, hal. 80 dalam B. Suryosubroto (1990), hal 1)
Macam-macam pola pengorganisasian kurikulum :
a.       Separated Subject Curicullum
Organisasi kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain. Beberapa hal positif:
Ø  Bahan pelajaran disajikan sistematis dan logis
Ø  Organisasi kurikulum sederhana
Ø  Penilaian lebih mudah
Ø  Memudahkan guru dalam melaksanakan pengajaran
Ø  Persiapan masuk perguruan tinggi

b.      Corellated Curicullum
Organisasi kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran itu satu sama lain ada hubungan (bersangkut paut) walaupun batas-batas masih dipertahankan. Beberapa kebaikan corellated curicullum :
  •  Pengetahuan murid menjadi lebih integral, tidak terlepas-lepas.
  • Dengan melihat hubungan erat antara mata pelajaran satu dengan yang lain, minat murid bertambah.
  • Memberikan pengertian yang lebih luas dan mendalam karena memandang dari berbagai sudut.
  •   Diutamakan pengertian dan prinsip, bukan pengetahuan akan fakta.

c.       Integrated Curicullum
Organisasi kurikulum ini meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.

2.      Struktur Program Kurikulum dan Implikasinya dalam Kegiatan Administratif
Pada kurikulum 1975 kita jumpai bahwa kurikulum pada garis besarnya terperinci dalam beberapa program pendidikan.
a.       Program Pendidikan Umum
Adalah program yang diberikan kepada semua siswa dan mencakup Pendidikan Moral Pancasila yang berfungsi bagi pembinaan warga negara yang baik.
b.      Program Pendidikan Akademis
Adalah program pendidikan yang diperlukan sebagai dasar untuk melanjutkan studi ke tingkat pendidikan selanjutnya.
c.       Program Pendidikan Ketrampilan
Adalah program pendidikan yang dapat di[ilih siswa dan ada juga yang bersifat terikat.
Menurut kurikulum 1984 yang mulai diberlakukan di SMA, Struktur Program Kurikulum meliputi: (1)Program Inti, (2)Program Pilihan
Kegiatan administrasi kurikulum dititikberatkan pada usaha pembinaan situasi belajar mengajar di sekolah agar selalu terjamin kelancarannya. Kegiatan administrasi kurikulum yang terpenting di sini meliputi :

1.      Kegiatan yang amat erat kaitannya dengan tugas guru
Kegiatannya meliputi:
a.       Pembagian tugas mengajar
Pada sekolah dasar misal pembagian tugas untuk bertanggungjawab mengajar satu kelas tertentu. Sedangkan pada sekolah lanjutan yaitu tentang penempatan guru pada kelas tertentu.
b.      Pembagian tugas dalam membina ekstrakurikuler
Agar kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, UKS, koperasi, dan sebagainya dapat berjalan lancarperlu diadakan pembagian tugas di antara para guru tersebut.
c.       Koordinasi persiapan mengajar
Setiap guru wajib menyusun satuan-satuan pelajaran yang akan disampaikan kepada anak didiknya (persiapan mengajar) dan perlu dikoordinir oleh kepala sekolah.
2.      Kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar
Kegiatan ini meliputi :
a.       Penyusunan jadwal pelajaran
b.      Penyusunan program (rencana) berdasar satuan waktu tertentu
c.       Pengisian daftar kemajuan murid
d.      Penyelenggaraan evaluasi hasil belajar
e.       Laporan hasil evaluasi
f.       Kegiatan bimbingan penyuluhan

3.      Menyusun Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan atau kalender akademik pada dasarnya adalah pengaturan waktu dan atau penjadwalan kegiatan di sekolah baik kurikuler maupun ekstrakurikuler serta kegiatan penunjang lainnya selama satu tahun ajaran, dengan maksud agar tercapai penggunaan waktu sekolah secara optimal dalam rangka usaha meningkatkan mutu pendidikan nasional.

4.      Menyusun Satuan Pelajaran

Satuan pelajaran merupakan unit terkecil program pengajaran yang disiapkan oleh guru sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Akhir-akhir ini dalam usaha pengembangan lebih lanjut dari para pemikir pendidikan, maka proses belajar mengajar di kelas disarankan (harus) lebih mengaktifkan siswa, bukan lagi fihak guru yang aktif menyampaikan materi pelajaran. Pola belajar demikian kemudian disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) mengakibatkan persiapan guru dalam program belajar mengalami sedikit perubahan. Dengan demikian, penyusunan satuan pelajaran dapat dikatakan seperti penyusunan rencana kegiatan pembelajaran (RPP). Sebagai contoh dalam satuan pelajaran dengan pola PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) terdapat langkah-langkah pokok seperti perumusan tujuan, mengembangkan alat evaluasi, menetapkan kegiatan belajar-mengajar, merencanakan program kegiatan,dll.


5.      Melaksanakan Sistem Kredit Sekolah
Penerapan sistem kredit dimaksudkan ntuk meningkatkan tepat guna, daya guna, dan hasil guna pendidikan, yang sekaligus dikaitkan pula dengan sistem penilaian siswa. Yang dimaksud dengan “kredit” adalah ukuran satuan beban belajar siswa yang ditentukan oleh jumlah jam pelajaran tatap muka dan pekerjaan rumah per-minggu per semester.

6.      Menyelenggarakan Evaluasi Hasil Belajar
Penyelenggaraan evaluasi (penilaian) hasil belajar siswa merupakan salah satu tugas-kegiatan dari Implementasi Manajemen  kurikulum. Evaluasi berguna dan bertujuan untuk mendapatkan umpan balik bagi guru tentang sejauh mana tujuan instruksional (pengajaran) telah tercapai sehingga guru dengan demikian mengetahui apakah guru masih harus memperbaiki lagi langkah yang ia tempuh dalam kegiatan mengajar.
Bagi siswa hasil evaluasi akan menunjukkan kepada mereka betapa keberhasilan mereka dalam kegiatan belajar yang pernah mereka lakukan.
Macam-macam evaluasi hasil belajar di sekolah meliputi :
1.      Tes formatif
Yaitu evaluasi atau usaha penilaian hasil belajar berupa tes yang diberikan kepada siswa setelah satu pokok bahasan selesai dipelajari.
2.      Tes sub formatif
Yaitu tes yang diberikan kepada siswa dengan bahan atau materi meliputi beberapa pokok nahasan yang sejenis.
3.      Tes sumatif
Yaitu evaluasi atau usaha penilaian hasil belajar berupa tes yang diberikan kepada siswa setelah kegiatan belajar-mengajar berlangsung dalam satuan waktu tertentu.
4.      Evaluasi belajar tahap akhir
Merupakan usaha penilaian yang terakhir dilakukan untuk mengungkap hasil belajar siswa secara keseluruhan selama ia belajar di sekolah tersebut.
5.      Menyusun Laporan Pendidikan
Dalam kegiatan profesionalnya sehari-hari, kepala sekolah dan guru dihadapkan kepada hal-hal yang perlu dikomunikasikan. Komunikasi tersebut diperlukan dalam menjalankan semua peranan di sekolah sebagai pengajar, penatalaksana atau administrator, dan sebagai pembimbing.banyak pihak seperti kepala sekolah, murid, orang tua, dan rekan sekerja sangat memerlukan keterangan yang relevan dari guru. Kebutuhan pihak-pihak tersebut akan keterangan, penjelasan, atau informasi pada umumnya bersifat terus menerus dan berkelanjutan.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Implementasi Manajeman kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang komperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum.
Implementasi  Manajemen  kurikulum dan pembelajaran bertujuan untuk:
a.       Pencapaian pengajaran dengan menitik beratkan pada peningkatan kualitas interaksi belajar mengajar.
b.      Mengembangkan sumber daya manusia dengaan mengacu pada pendayagunaan seoptimal mungkin.
c.       Pencapaian visi dan misi pendidikan nasional.
d.      Meningkatkan kualitas belajar mengajar disuatu pendidikan tertentu.
Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan Implementasi manajemen  kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik.
Pengorganisasian kurikulum bertalian erat dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Pola-pola pengorganisasian kurikulum diantaranya: Separated Subject Curriculum, Correlated Curriculum, Integrated Curriculum. Implementasi Manajemen kurikulum merupakan pelaksanaan interaksi belajar mengajar, yang dapat terbagi menjadi tiga tahap yaitu: persiapan, pelaksanaan pelajaran, dan penutupan.


Manajemen yang baik akan menghasilkan produk yang baik pula, mungkin perkataan tersebut sangat cocok ditujukkan kepada semua sekolah di semua jenjang pendidikan. Manajemen implementasi kurikulum sangat bermanfaat dalam mengatur strategi pembelajaran di sekolah. Maka dari itu pengembang kurikulum harus pandai-pandai dalam mengaturnya sesuai dengan prinsip dan fungsi Implementasi  manajemen kurikulum itu sendiri.

B. Saran  
Implementasi Manajemen  kurikulum memiliki peranan penting dalam proses pendidikan yang diselenggarakan sekolah maupun pemerintah, oleh karena itu hendaknya baik pihak sekolah maupun pemerintah memperhatikan rambu-rambu dalam mengambil sebuah kebijakan dalam proses terjadinya pendidikan.
Implementasi Manajemen kurikulum hendaknya menjadi pegangan dan pemahaman dalam menerapkan kurikulum yang semata bukan hanya sebatas pemahaman akan tetapi di terapkan dalam kehidupan sehari-hari tentunya dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga mutu dan nilai yang menjadi patokan dalam suatu lembaga bisa terwujud dengan baik.
Implementasi manajemen kurikulum sangan di pengaruhi oleh kebijakan sekolah.








DAFTAR PUSTAKA

Sudarsyah, Asep dan Diding Nurdin, Manajemen Implementasi Kurikulum, dalam Tim Dosen Adminstrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan(Bandung: Alfabeta, 2010).
Suryosubroto, B. 1990. Proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta : PT Rineka Cipta
Tita Lestari. 2009. Penyusunan Program, Pelaksanaan dan Pelaporan Hasil Pengawasan. Materi ToT Calon Pengawas. Jakarta: Direktorat.