Sabtu, 23 April 2016

Makalah konsep humas di sekolah






Tugas: Makalah

TEKNIK-TEKNIK KERJA SAMA HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT SERTA ORGANISASI PROGRAM DAN JALUR KOMUNIKASI HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
(HUMAS)



Oleh :
ZULKIFLI
21311088


PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
KENDARI
2016











KATA  PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang mana berkat hidayahNya saya selaku penulis dapat menyelesaikan makalah Teknik-Teknik Kerja Sama Hubungan Sekolah Dan Masyarakat Serta Organisasi Program Dan Jalur Komunikasi Hubungan Sekolah Dan Masyarakat mata kuliah “HUMAS’’
Dalam penyusunan makalah ini saya telah mendapatkan bantuan dan dorongan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung.  Pepatah mengatakan “Tiada  Gading Yang Tak Retak” dan ini berlaku bagi penulisan makalah ini, dimana penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna.  Untuk itu kritik dan sumbangan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.
 Penulis berharap semoga penyusunan makalah ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan yang bermanfaat terutama bagi penulis sendiri maupun pihak lain.

                               Kendari 20 April 2016

                              Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………...........................      I
DAFTAR ISI ……………………………………………….........................     II
BAB I Pendahuluan ......................................................................................    III
 A    Latar Belakang ..........................................................................................     1
       B.    Rumusan Masalah ....................................................................................     2
       C.    Tujuan.......................................................................................................    2
       D.    Manfaat ....................................................................................................    2
BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................    3
       A.    Konsep Dasar Kerjasama Sekolah dan Masyarakat.................................     3
       B.    Model Hubungan Kerja Sama
        Antara Sekolah Dengan Masyarakat.......................................................    8
       C.    Jalur komunikasi sekolah dan masyarakat...............................................   19

BAB III PENUTUP…………………………………..................................  23
        A.    Kesimpulan ...........................................................................................   23
        B.    Saran ......................................................................................................   24   
DAFTAR PUSTAKA










BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Program sekolah tentunya tidak dapat berjalan lancar apabila tidak mendapat dukungan masyarakat. Oleh karena itu pemimpin sekolah perlu terus menerus membina hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat. Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program-prgoram dan problem-problem yang dihadapi, agar masyarakat mengetahui dan memahami masalah-masalah yang dihadapi sekolah. Harapannya yaitu tumbuhnya rasa simpati dan partisipasi masyarakat
Kebijakan Direktur Pendidikan Menengah Umum tentang Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah menekankan agar sekolah mampu mengkoordinasikan dan menyerasikan segala sumber daya yang ada disekolah dan di luar sekolah untuk mewujudkan sekolah yang bermutu. Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kesiapan dan kemampuan agar bisa memberdayakan semua komponen di sekolah dan di luar sekolah agar berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan.
B.  Rumusan Masalah
1.     Bagaimana konsep dasar  serta model hubungan kerja sama sekolah dan masyarakat ?
2.     Bagaiman teknik-teknik hubungan sekolah dengan masyarakat ?
3.     Bagaimana jalur komunikasi sekolah dan masyarakat ?
                                                                                                 
C.   Tujuan
1.     Untuk mengetahui konsep dasar serta model hubungan kerja sama sekolah dengan masyarakat ?
2.     Untuk mengetahui bagaiman teknik-teknik hubungan sekolah dengan masyarakat ?
3.     Untuk mengetahui bagaimana jalur komunikasi sekolah dan masyarakat ?
D.      Manfaat
Hasil dari penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada kita sebagai mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang teknik-teknik hubungan sekolah dan masyarakat serta organisasi program dan jalur komunikasi hubungan sekolah dan masyarakat. Makalah ini juga dapat dijadikan sebagai acuan atau pertimbangan dalam pembuatan makalah selanjutnya mengenai hubungan sekolah dan masyarakat.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Konsep Dasar Kerjasama Sekolah dan Masyarakat
Hubungan dengan masyarakat adalah untuk mengembangkan opini publik yang positif terhadap suatu badan, publik harus diberi penerangan-penerangan yang lengkap dan obyektif mengenai kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga dengan demikian akan timbul pengertian darinya. Selain itu pendapat-pendapat dan saran–saran dari publik mengenai kebijaksanaan badan itu harus diperhatikan dan dihargai (suryosubroto, 2004: 155).
Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensuksekan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis.
         Hubungan sekolah dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian anggota masyarakat tentang  kebutuhan  pendidikan serta mendorong  minat dan kerjasama para anggota masyarakat dalam rangka usaha memperbaiki sekolah. Alasan lain diungkapkan oleh Ngalim Purwanto (1995)   
1.       Posisi Sekolah Dengan Masyarakat
Istilah “sekolah” disini merupakan sebuah konsep yang luas, yang mencangkup baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. Sedangkan istilah “masyarakat” merupakan konsep yang mengacu pada semua individu, kelompok, lembaga atau organisasi yang berada diluar sekolah sebagai lembaga pendidikan.
Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana saja, tetapi juga ditentukan oleh lingkungan keluarga dan atau masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah (sekolah), keluarga dan masyarakat. Ini berarti mengisyaratkan bahwa orang tua murid dan masyarakat mempumyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Muhammad Noor Syam (1986: 199) dalam bukunya Filsafat Pendidikan Pancasila mengungkapkan bahwa Hubungan masyarakat dengan penddidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti ayam dengan telurnya. Masyarakat maju karena pendidikan, dan pendidikan yang maju hanya akan di temukan dalam masyarakat yang maju pula.
Partisipasi yang tinggi dari orang tua murid dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya sejauhmana masyarakat dapat diberdayakan dalam proses pendidikan di sekolah adalah indicator terhadap manajemen sekolah yang bersangkutan. Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah ini nampaknya memberikan pengaruh yang besara bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar anak-anak di sekolah. Hal ini secara tegas dinyatakan oleh Husen (1988) dalam penelitiannya bahwa siswa dapat belajar banyak karena dirangsang oleh pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru dan akan berhasil dengan baik berkat usaha orang tua mereka dalam memberikan dukungan.
2.   Bentuk-bentuk hubungan kerja sama sekolah dengan masyarakat
Tergantung pada inisiatif dan kreatifitas sekolah, kondisi dan situasi, fasilitas sekolah dan sebagainya.
a.      Di bidang Sarana Akademik
Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian, karya ilmiah (lokal, nasional, internasiona), jumlah dan tingkat kesarjanaan pendidiknya, sarana dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan perpustakaan atau PSB, SB yang mutakhir serta teknologi instruksional yang mendukung PBM, termasuk ukuran prestasi dan prestise-nya.
b.     Di bidang Sarana Pendidikan
Gedung atau bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum, kantor dan sebagainya beserta perabot atau mebeuler yang memadai akan memiliki daya tarik tersendiri bagi popularitas sekolah.
c.      Di bidang Sosial
Partisipasi sekolah dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya akan menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat.
a.      Kegiatan Karya Wisata
Kegiatan karya wisata juga bisa dijadikan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, seperti membawa spanduk serta atribut sekolah sampai keluar daerah menyababkan nama sekolah dapat dikenal lebih luas sampai luar kota. Bahkan tertib sopan santun para siswanya di perjalanan akan mendapat kesan tersendiri dari masyarakat yang disinggahi dan dilaluinya.
b.     Kegiatan Olah Raga dan Kesenian
Juga dapat merupakan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, misalnya dalam porseni dan lomba antar sekolah akan membawa keunggulan sekolah dan membawa nama harum sekolah tersebut.
c.      Menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM, demikian sebaliknya fasilitas yang ada di masyarakat sekitarnya dapat digunakan untuk kepentingan sekolah.
d.     Mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan masih banyak lagi kegitan operasional hubungan sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi serta kemampuan pihak-pihak terkait.
3.       Fungsi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
 fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:
a.        Mengembangkan pengertian masyarakat tentang semua aspek pelaksanaan program pendidikan di sekolah.
b.        Dapat menetapkan bagaimana harapan masyarakat terhadap sekolah dan apa harapan-harapannya mengenai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
c.        Memperoleh bantuan secukupnua dari masyarakat untuk sekolahnya, baik finansial, material, maupun moril.
d.       Menimbulkan rasa tanggung jawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dapat diberikan oleh sekolah.
e.         Merealisasikan perubahan-perubahan yang diperlukan dan memperoleh fasilitas dalam merealisasikan perubahan-perubahan itu.
f.        Mengikutsertakan masyarakat secara kooperatif dalam usaha-usaha memecahkan persoalan pendidikan.
g.        Meningkatkan semangat kerja sama antara sekolah dengan masyarakat, dan meningkatkan partisipasi kepemimpinan untuk meningkatkan kehidupan dalam masyarakat.
4.       Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun dengan tujuan popularitas sekolah di mata masyarakat. Popularitas sekolah akan tinggi jika mampu menciptakan program-program sekolah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dan cita-cita bersama dan dari program tersebut mampu melahirkan sosok–sosok individu yang mapan secara intelektual dan spiritual. Dengan popularitas ini sekolah eksis dan semakin maju. Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat diantaranya sebagai berikut:
Sedangkan menurut Mulyasa (2007: 50), tujuan dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.
B.      Model Hubungan Kerja Sama Antara Sekolah Dengan Masyarakat
1.    Hubungan Sekolah dengan Komite Sekolah
Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dalam era reformasi, dan era otonomi penyelenggaraan pendidikan sampai pada tingkat kabupaten/kota dan bahkan otonomi pada tingkat sekolah, memberikan keleluasaan bagi setiap sekolah untuk berkreasi dan berinovasi dalam penyelenggaraan sekolah. Dengan demikian diharapkan akan memacu percepatan peningkatan mutu penyelenggaraan sekolah yang pada gilirannya mempercepat peningkatan mutu hasil belajar secara keseluruhan.  Konsekuensi dari paradigma pendidikan yang memberikan otonomi sampai pada tingkat sekolah menuntut sekolah untuk memberdayakan semua sumber daya yang dimilikinya. Salah satu sumber daya yang sangat potensial dan dimiliki oleh sekolah adalah masyarakat dan orang tua murid.
Hasil analisis yang dilakukan dewan ini didiskusikan bersama pihak sekolah dengan melibatkan para ahli seperti konsultan dan sebagainya untuk diterjemahkan menjadi kebijakan dan program sekolah.  Kebijakan model pelibatan masyarakat dalam pendidikan melalui lembaga SCC seperti di Amerika ini sebenarnya sudah sejak lama dikenal dan dilakukan oleh pendididikan dan persekolahan di Indonesia, mulai dari POM, POMG, BP3, hingga sekarang yang dikenal dengan Komite Sekolah.
2.   Hubungan Sekolah dengan Pemerintah dan Masyarakat yang Terorganisasi
a.      Hubungan Sekolah dengan Pemerintah
Dalam era otonomi sekolah, khususnya dengan implementasi pendekatan manajemen sekolah berbasis masyarakat, sekolah memang memiliki keleluasaan dan atau otonomi yang lebih luas. Otonomi pemerintahan yang berbasis pada pemerintah daerah Kabupaten/Kota meletakkan pembinaan dan penyelenggaraan pendidikan berada di tingkat Kabupaten dan Kota, sehingga nampaknya peranan Pemerintah provinsi dan pusat tidak dominan. Meskipun demikian bukan berarti pusat dan propinsi tidak memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan. Dalam paradigm otonomi seperti sekarang diperlukan kemampuan sekolah (baca kepala sekolah) untuk membangun kerjasama yang harmonis dengan berbagai institusi pemerintahan mulai dari tingkat pusat sampat dengan tingkat Kabupaten/kota/Kecamatan bahkan kelurahan. Di samping institusi pemerintahan, sekolah juga perlu membangun kerjasama yang sinergis dengan lembaga masyarakat seperti karang taruna, kepramukaan dan berbagai lembaga LSM yang bergerak dalam membantu dan membangun pendidikan. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kerjasama dengan lembaga ini adalah jangan sampai sekolah larut dan dapat dibawa kepada masalah-masalah lain selain untuk kepentingan pendidikan. Sekolah tdak boleh terbawa arus kepada kegiatan politik praktis dan kepentingan kelompok tertentu.
 Berbagai bentuk kerjasama yang dapat dikembangkan dengan berbagai institusi tersebut antara lain:
1.     Pemberian dan atau penggunaan fasilitas bersama. Berbagai fasilitas yang tidak dimiliki oleh sekolah mungkin saja terdapat dan dimiliki oleh lembaga tertentu. Untuk menunjang kegiatan pendidikan sekolah dapat membangun kerjasama dengan pemilik fasilitas tersebut. Misalnya tempat pameran, gedung olah raga dan lain-lain.
  1. Pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan siswa. Misalnya sekolah ingin meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa tentang kesehatan, dapat bekerjasama dengan puskesmas dalam memanfaatkan berbagai fasilitas termasuk fasilitas SDM, ingin melaksanakan pentas seni sekolah dapat bekerjasama dengan lembaga kesenian di masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas kesenian (alat-alat seni, seperti seni tradisional).
  2. Pemanfaatan sumber daya manusia secara mutualism, sekolah dapat memanfaatkan sumber daya manusia di masyarakat dan sebaliknya masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki sekolah.
b.     Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat Terorganisasi
Pada saat ini sangat banyak masyarakat yang mengikat dirinya dalam satu kelompok organisasi, baik yang bersifat organisasi social, organisasi profesi, organisasi untuk community tertentu yang bersifat kedaerahan maupun organisasi yang mementingkan laba. Dari berbagai organisasi tersebut di atas banyak sekali yang sangat peduli terhadap pendidikan, tetapi tidak sedikit juga organisasi yang menjadi stressor bagi dunia pendidikan. Di sadari bahwa organisasi-organisasi tersebut sangat besar peranannya dalam membantu pendidikan apabila diberdayakan secara optimal dan murni. Beberapa oraganisasi yang memfokuskan.

3.   Hubungan antara Sekolah dengan Orang Tua Peserta Didik
Hubungan ini juga disebut hubungan edukatif. Banyak cara yang efektif untuk menjalin hubungan sekolah dengan orangtua dan keluarga peserta didik serta masyarakat. Hubungan yang efektif dimaksudkan untuk membantu pengembangan pendidikan anak dalam lingkungan inklusif ramah terhadap pembelajaran. Hubungan efektif sekolah, orangtua dan masyarakat dapat dilakukan melalui:
               a.        Mengadakan pertemuan dengan keluarga dan kelompok masyarakat untuk memperkenalkan diri anda. Jelaskan kepada mereka makna keragaman dalam kelas dan pelajaran yang ramah.
               b.        Jadwalkan diskusi informal, satu atau dua kali dalam setahun dengan orangtua dan komite sekolah untuk menggali potensi belajar anak mereka. Tunjukkan contoh hasil karya anak, tekankan bakat dan prestasi yang dimiliki
               c.        anak, dan bicarakan bagaimana agar dapat belajar lebih baik jika ia bisa mengatasi hambatannya.
               d.        Kirim hasil karya anak ke rumahnya agar orangtuanya mengetahui perkembangan potensi anaknya kemudian mintalah pendapat mereka.
               e.        Biasakanlah anak membahas apa yang telah dipelajari di rumah dengan memanfaatkan informasi pelajaran yan diperoleh dari sekolah. Juga komunikasikan dengan orang tua bagaimana dan apa yang telah dipelajari di kelas dengan mengaitkan kegiatan dan perannya di rumah. Dengan kata lain, tunjukkan bagaimana pengetahuan yang diperoleh di kelas bisa digunakan di rumah dan di masyarakat.
                f.        Lakukan kunjungan sumber belajar di masyarakat atau minta anak mewawancarai orangtuanya, atau kakek-neneknya tentang kegiatan saat masa kanak-kanak dalam kehidupan bermasyarakat.
4.   Organisasi Hubungan Sekolah dan Masyarakat ( Komite Sekolah )
Menurut Djam’an Satori (2001) diperlukan adanya wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi, harapan dan stakeholder sekolah. Wadah tersebut berfungsi sebagai forum dimana representasi para stakeholder sekolah terwakili secara proposional. Dalam berbagai dokemen yang ada dan konsensus yang telah muncul dalam berbagai forum, wadah ini diberi nama Komite Sekolah. Badan sejenis ini di Australia disebut “School Council”.
komite sekolah merupakan suatu badan yang berfungsi sebagai forum resmi untuk mengakomodasikan dan membahas hal-hal yang menyangkut kepentingan kelembagaan sekolah.
Djam’an Satori (2001) menyebutkan,anggota komite ini terdiri dari: kepala sekolah, perwakilan guru, perwakilan murid,perwakilan orang tua murid,perwakilan tokoh masyarakat setempat yang menaruh kepedulian terhadap kemajuan pendidkan diwilayahnya,perwakilan dari unsur pengendalian mutu pendidikan yaitu pengawas sekolah.Struktur Komite Sekolah menggambarkan tugas-tugas menjadi kepedulian Komite Sekolah.Komite sekolah terdiri dari ketua,sekretaris,bendahara,dan kelompok anggota yang menangani urusan-urusan khusus.
5.   Teknik-teknik kerja sama sekolah dan masyarakat
Tanpa bantuan dari masyarakat, sebuah lembaga pendidikan tidak dapat berfungsi   dengan baik dan tanpa adanya program yang baik maka sebuah lembaga pendidikan akan    gagal mencapai tujuannya. Karena itu lembaga pendidikan perlu memberikan informasi pada masyarakat tentang lembaga tersebut dengan cara yang baik.
         Ada beberapa teknik dalam berhubungan dengan masyarakat dalam lembaga pendidikan , Menurut Made Pidarta (1989) teknik atau cara bekerja sama dengan masyarakat antara lain dapat dilakukan dengan cara berikut :
  1. Memakai surat kabar baik lokal maupun pusat.
  2. Dengan buletin terbitan sekolah atau kantor pendidikan
  3. Melalui radio dan televisi.
  4. Melalui pameran pendidikan
  5. Lewat pertunjukan-pertunjukan sekolah.
  6. Dengan mengadakan bazaar
  7. Melalui karya wisata.
  8. Dengan pengajaran unit di Masyaraka
  9. Dengan praktek di masyarakat
  10. Dengan memanfaatkan nara sumber.
  11. Dengan memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di masyarakat.
  12. Dengan mengadakan bisnis bersama.
  13. Mengadakan kegiatan sosial bersama
  14. Dengan memelopori pembangunan di masyarakat.
  15. Melalui rapat atau musyawarah.
Menurut Soekarto Indra Fachrudi (1989:246), mengungkapkan ada 11 teknik yang dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui oleh masyarakat. Teknik-teknik tersebut antara lain meliputi:

1.     Laporan kepada orang tua murid
Laporan yang diberikan oleh seklah kepada masyarakat berisi laporan tentang kemajuan anak, aktivitas anak di sekolah, kegiatan sekolah sendiri, dan segala sesuatu yang terjadi di sekolah sehubungan dengan pendidikan anak ddi sekolah. Laporan ini dapat dilakukan sekali dalam tiga atau empat bulan, semesteran atau tahunan. Laporan tersebut tidak hanya berupa data, angka-angka akan tetapi menyangkut inframasi yang bersiafat diagnostik. Artinya dalam laporan tersebut dicantumkan juga kelebihan dan kelemahan anak, disertai dengan jalan pemecahan yang kiranya dapat dilakukan orang tua dalam ikut membantu kesuksesan belajar anak.
2.      Buletin Bulanan
 Buletin bulanan dapat diusahakan oleh guru, staf sekolah, dan para orang tua yang dapat diterbitkan satu bulan sekali. Bahkan dapat juga melibatkan murid, sambil memberikan latihan dan membentuk kader dari pihak murid. Isi buletin bulanan ini adalah tentang kegiatan sekolah, artikel-artikel guru dan murid (bisa juga artikel dari orang tua murid), pengumuman- pengumuman sekolah, berita-berita sekolah, dan berita-berita masyarakat yang perlu diketahui sekolah dan lain sebagainya. Disamping jalur di atas, sekolah dapat pula menerbitkan”booklets”, yaitu buku kecil yang diberikan kepada keluarga yang anaknya yang sekolah ditempat itu, atau orang tua yang akan memasukkan anaknya di sekolah itu. Isi ”booklets” adalah petunjuk cara belajar di sekolah yang bersangkutan, fasilitas sekolah, kurikulum yang dipakai, keadaan sekolah dan sejarahnya. Pengurus sekolah dan pengurus OSIS, kemajuan dan aktivitas sekolah selama ini dan program kerja sekolah pada saat itu.
3.     Penerbitan Surat Kabar
Apabila dimungkinkan, sekolah dapat menerbitkan surat kabar sekolah. Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan. Artikel-artikel yang dimuat pun harus berkaitan dengan dunia pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari anak didik. Berita-berita yang dimuat hendaknya juga berita-berita yang memiliki nilai didik.
4.     Pameran Sekolah
Pameran sekolah merupakan metode yang sangat efektif untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan berbagai hasil aktivitasnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung keadaan sekolah dengan mengunjungi pameran tersebut. Tempat penyelenggaraan pameran dapat di dalam kelas atau di luar kelas, yaitu di halaman sekolah. Bahkan dapat juga dilakukan di luar sekolah. Tentu saja yang terakhir ini memerlukan pengelolaan yang lebih rumit. Barang-barang yang dipamerkan dapat berupa hasil karya siswa dan guru, alat-alat peraga dan hasil panenan kebun atau sawah (bila ada). Termasuk juga hasil karya para guru perlu dipamerkan.
5.     Open House
Open House merupakan suatu metode mempersilakan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru yang diadakan pada waktu yang telah terjadwal. Pada saat itulah masyarakat dapat melihat secara langsung proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah itu. Dari gambaran ini, masyarakat dapat memberikan penilaian atas pelaksanaan pendidikan di sekolah tersebut.
6.     Kunjungan ke sekolah (“school visitation”)
Kunjungan orang tua murid ke sekolah pada saat pelajaran berlangsung yang dimaksudkan agar para orang tua murid berkesempatan melihat anak-anaknya pada waktu mengikuti pelajaran. Bagus kiranya apabila setelah orang tua mengadakan kunjungan ini kemudian diadakan diskusi untuk memecahkan masalah yang timbul menurut pengamatan para orang tua. Kunjungan ke sekolah ini dapat dilaksanakan sewaktu-waktu, sehingga mereka dapat melihat kewajaran yang terjadi di sekolah itu
7.      Kunjungan ke rumah murid (”home visitation”)
Kunjungan ke rumah murid dilakukan untuk melihat latar belakang kehidupan murid di rumah. Penerapan metode ini akan mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua murid, di samping dapat menjalin silaturrahmi antara guru dengan orang tua murid. Masalah-masalah yang dihadapi murid di sekolah dapat dibicarakan secara kekeluargaan dan persahabatan intim. Guru yang berkunjung ke rumah orang tua murid harus bersikap bijaksana, hati-hati dan ramah tamah, terutama dalam menanggapi problema yang dikemukakan oleh orang tua.
Kunjungan ke rumah orang tua murid harus direncanakan dan harus mengemban kepentingan sekolah. Jadi tidak boleh dipakai untuk kepentingan anak didik. Kecuali diadakan kunjungan oleh guru yang tidak direncanakan oleh sekolah, kemudian dalam percakapan diperbincangkan masalah siswa. Cara ini kadang-kadang yang membawa hasil yang sangat memuaskan.
8.     Melalui penjelasan oleh staf sekolah
Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personal sekolah turut aktif mengambil bagian dalam mensukseskan program hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personal sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kepentingan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan sekolah.  Kepala sekolah dapat menanamkan loyalitas para staf dengan mengikutsertakan mereka bekerja. Mereka harus berpegang teguh pada etika jabatan. Hendaklah kepala sekolah juga mendorong para staf sekolah untuk menyebarkan kebaikan tentang sekolah dan mendudukkan kebaikan yang sebenarnya apabila sekolah mendapatkan kritik dari pihak luar. Inilah yang dinamakan cinta almamater.
9.     Gambaran keadaan Sekolah Melalui Murid.
Murid dapat juga didorong untuk memberikan informasi kep- mengenada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai bahkan menyebarkan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat. Apabila sekolah memiliki pemancar radio maka media ini dapat dimanfaatkan agar murid berbincang bincang dalam siaran mengenai situasi sekolah.
10.  Melalui Radio dan Televisi
Radio dan televisi memiliki daya yang kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio dan televisi cepat sekali membentuk ”public opinion” yang sangat dibutuhkan dalam program hubungan sekolah dengan masyarakat ini. Melalui radio dan televisi, masyarakat akan lebih mengenal situasi dan perkembangan sekolah. Melalui radio dan televisi sekolah dapat menyampaikan berita-berita dan pengumuman-pengumuman yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk apabila ada permohonan sumbangan dari pihak sekolah. Hal ini untuk menghindari tipuan yang sering dlakukan oleh anak kepada orang tua, bahwa anak minta uang iuran yang sebenarnya tidak ditarik oleh sekolah.
11.  Laporan Tahunan
Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk diberikan kepada penilik sekolah atau kepada Kantor Departemen P dan K kecamatan yang membawanya atau kepada atasn langsungnya. Kepala sekolah dapat menugaskan kepada stafnya atau langsung dia sendiri memberikan informasi tersebut yang berkenaan dengan isi laporan tahunannya. Isi laporan tahunan tersebut antara lain mencakup: kegiatan yang telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi murid.

C.      Jalur komunikasi sekolah dan masyarakat
Bebagai media hubungan sekolah dan masyarakat Media komunikasi yang paling penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media pers ( cetak elektronik ). Dengan demikian struktur dan ciri-ciri pers harus dikuasai oleh para praktisi humas. Perlu dipahami bahwa media cetak yang terdiri dari harian / penerbitan pagi dan sore masing-masing mempunyai ciri-cirinya tersendiri seperti waktu penerbitan, dan cara kerjasamanya dengan redaksi.
  menurut H.M Daryanto (1998: 76) sarana-sarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah sebagai berikut:
1.     Sistem visual yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat yang dapat dilihat dengan panca indra seperti majalah, surat kabar, poster, gambar, dan lain sebagainya.
2.     Sistem audio yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan indra pendengaran seperti rapat-rapat, kontak dengan telephon, telegram dan lain sebagainya.
3.     Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-alat indra penglihatan dan pendengaran seperti televisi, film dan lain sebagainya.
Jalur-Jalur Komunikasi Sekolah Dan Masyarakat
Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh, namun jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan murid dan situasi pertemuan langsung (face to face). Jalur lain yang mungkin dapat ditempuh hubungan sekolah-masyarakat adalah:
1.     Anak/murid
Anak/murid merupakan mata rantai komunikasi yang paling efektif antara masyarakat dengan sekolah. Segala sesuatu yang dilihat, dirasakan, dan dihayati disekolah dapat dikomunikasikan kepada orang tuanya.  Hal tersebut mengandung implikasi bahwa landasan utama hubungan sekolah-masyarakat yang sehat adalah program pengajaran yang efektif dan tingginya taraf hubungan guru-murid.
2.     Surat-surat selebaran dan bulletin sekolah
Biasanya orang tua akan membaca dengan cermat selebaran yang langsung diterima dari sekolah. Agar lebih efektif, komunikasi tertulis harus berisi informasi yang diperlukan oleh orang tua murid, khususnya mengenai hal-hal yang sedang terjadi pada anak mereka. Untuk itu, hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tepat pada sasarannya.
3.     Media massa
Media masa seperti radio, surat kabar, dan televisi merupakan media yang sangat tepat untuk menyampaikan informasi kepada orang tua murid.
4.     Pertemuan informasi
Para guru dan stap lainnya dapat mengadakan hubungan dengan warga masyarakat secara tidak resmi, untuk memperbincangkan persoalan-persoalan yang dapat dicarikan pemecahannya secara langsung dan untuk membina hubungan  kelak yang dapat memperlancarkan pertemuan-pertemuan resmi.
5.     Laporan kemajuan murid (rapor)
Laporan kemajuan murid yang secara formal disampaikan kepada orang tua merupakan alat bagi sekolah untuk berkomunikasi dengan mereka.
6.     Kontak formal
Hal ini dapat dilakukan melalui pertemuan-pertemuan resmi. Masyarakat atau orang tua diundang secara resmi oleh sekolah melalui surat, telepon, dan sebagainya.
7.     Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dimasyarakat
Para guru memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat dalam menghidupkan dan merperkaya program pengajaran.
8.     Badan pembantu penyelenggara pendidikan (BP3)
Organisasi ini bekerja sama dengan sekolah dalam mengembangkan hubungan-hubungan yang sehat antara sekolah dengan masyarakat, BP3 ini merupakan wadah sehingga kepala sekolah, guru dan masyarakat dapat melakukan komunikasi dan memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang sedang dijalankan dalam program pengajaran dewasa ini.   











BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
 Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensuksekan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis.  
Tanpa bantuan dari masyarakat, sebuah lembaga pendidikan tidak dapat berfungsi   dengan baik dan tanpa adanya program yang baik maka sebuah lembaga pendidikan akan    gagal mencapai tujuannya. Karena itu lembaga pendidikan perlu memberikan informasi pada masyarakat tentang lembaga tersebut dengan cara yang baik. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memperoleh gambaran yang tepat tentang sekolah. Program tentang hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat hendaknya disusun sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan secara terus menerus yang mencakup aspek-aspek kegiatan di dalam lembaga pendidikan secara keseluruhan, “flexibel” bersifat luwes dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat tersebut, serta penggunaan jalur komunikasi yang baik.

B.      Saran
Kerja keras dan tekun merupakan faktor yang turut berperan bagi pembuatan makalah ini untuk memaksimalkan makalah Humas ini  Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekeliruan untuk itu penulis menerima saran dan kritik anda guna menyusun makalah yang lebih baik. Trimakasih…..!!!















DAFTAR PUSTAKA

Djam’an satori, dkk (2001). Pedoman implementasi manajemen berbasis sekolah
di jawa barat.bandung:dinas pendidikan jawa barat.
Drs.H.M.daryanto.(1998). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Husein. (1988), Manajemen Teori, Praktik dan Riset Pendidikan, Penerbit Buku
Aksara, Jakarta.
Indra Fachrudi, Soekarto.(1989).Bagaimana Memimpin Sekolah Yang Baik,
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Ngalim  Purwanto(1995).Ilmu  Pendidikan  Teoritis  dan  Praktis,  Bandung:
Remaja  Karya 
Muhammad Noor Syam.(1986). Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat
Pendidikan Pancasila.Usaha Nasional.
Mulyasa, E. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah; konsep, strategi, dan
implementasi. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Pidarta, Made. 1989. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Suryosubroto, 2004, manajemen pendidikan di sekolah, jakarta : rineka cipta
http://aniatih.blogspot.co.id/2013/03/hubungan-sekolah-dengan-masyarakat