Tugas : makalah
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM
Oleh :
kelompok II
Zulkifli :
21311088
Risa Saraswati : 21311066
Yeni Purwanti : 21311085
Nurul Amri Rizki As : 21411094
Neni :21311055
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
KENDARI
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena berkat
limpahan Rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dengan judul kegiatan dan implementasi manajemen kurikulum.
Makalah ini secara khusus disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
manajemen kurikulum dan program pendidikan pada Semester VI tahun 2016.
kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan, kekeliruan dan kesalahan
yang terdapat pada makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun kami harapkan dapat disampaikan kepada kami.
Kendari,
11- 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN SAMPUL
……………………………………........ i
KATA PENGANTAR…………………………………………... ii
DAFTAR
ISI…………………………………………………..... iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang……………………………………………........ 1
B. Rumusan
Masalah…………….……………………………….. 2
C. Tujuan
…………………………….………………………….... 2
D. Manfaat……………………………………………………….... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
manajemen kurikulum ……………………………… 3
B. Implementasi
manajemen kurikulum………………………….... 4
C. Ketatalaksanaan
Kurikulum Di Sekolah………………………... 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
……………………………………………………... 14
B. Saran
……………………………………………………………. 15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kurikulum
adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat
dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen kurikulum tersebut terdiri dari
tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Dalam bentuk sistem ini kurikulum akan berjalan menuju suatu tujuan pendidikan
dengan adanya saling kerja sama diantara seluruh subsistemnya. Apabila salah
satu dari variabel kurikulum tidak berfungsi dengan baik maka sistem kurikulum
akan berjalan kurang baik dan maksimal.
Melihat dari
bentuk kurikulum tersebut, maka dalam Implementasi manajemen kurikulum sangat diperlukan
suatu pengorganisasian pada seluruh komponennya. Dalam proses pengorganisasian
ini akan berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
dan pengontrolan. Sedangkan manajemen adalah salah satu displin ilmu yang
implikasinya menerapkan proses-proses tersebut. Maka dalam penerapan Implementasi Manajemen kurikulum, seorang yang mengelola lembaga pendidikan harus
menguasai ilmu manajemen, baik untuk mengurus pendidikan ataupun kurikulumnya.
Oleh karena itu, makalah ini akan membahas tentang pengertian, tujuan, fungsi,
prinsip-prinsip, ruang lingkup, proses, dan faktor pendukung serta penghambat implementas manajemen kurikulum, serta hubungan teori pendidikan dan kurikulum.
B.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
1. Bagaimana
pengertian manajemen kurikulum ?
2. Bagaimana
implementasi manajemen kurikulum ?
3. Bagaimana
ketatalaksanaanatau implementasi manajemen kurikulum disekolah ?
C.
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1. Untuk
mengetahui pengertian manajemen
kurikulum ?
2. Untuk
mengetahui implementasi manajemen kurikulum ?
3. Untuk
mengetahui ketatalaksanaan atau Implementasi manajemen kurikulum disekolah ?
D.
Manfaat
Hasil dari penulisan makalah ini
diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak, khususnya kepada kita
sebagai mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana idealnya Implementasi Manajemen kurikulum . Makalah ini juga
dapat dijadikan sebagai acuan atau pertimbangan dalam pembuatan makalah
selanjutnya mengenai Implementasi
Manajemen Kurikulum
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen implementasi Kurikulum
Implementasi Manajeman kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang
komperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan
ketercapaian tujuan kurikulum (Sudarsyah
A. dan Diding Nurdin, 2010: 182) . Dalam pelaksanaannya, manajemen
kurikulum harus di kembangkan sesuai dengan konteks Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). oleh karna itu, otonomi
yang di berikan pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum
secara mandiri dengan memproritaskan kebutuhan dan ketercapaian saran dan visi
dan misi lembaga pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijakan nasional
yang telah ditetapkan.
implementasi Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah.
Prinsip dasar Implementasi manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran
dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan
mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi
pembelajarannya.
Implementasi Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar
pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan
kualitas interaksi belajar mangajar. Sedangkan kurikulum sendiri mempunyai arti
yang sempit dan arti yang luas. Kurikulum dalam arti sempit adalah jadwal
pelajaran atau semua pelajaran baik teori maupun praktek yang diberikan kepada
siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan tertentu.
Sedangkan dalam arti luas kurikulum diartikan sebagai berikut. Sebenarnya
terdapat tiga jenis organisasi kurikulum yaitu:
1.
Kurikulum Terpisah (Sparated Subject Curriculum) di
mana bahan pelajaran disajikan secara terpisah – pisah seolah – olah ada batas
antara bidang studi dan antara bidang studi yang sama di kelas yang berbeda.
2.
Kurikulum Berhubungan (Correlated Curriculum) yaitu
kurikulum yang menunjukan adanya hubungan antara mata pelajarah yang satu
dengan yan lain. Seperti IPS (gabungan dari mata pelajaran Sejarah Geografi,
Ekonomi, Sosiologi ), IPA (gabungan dari Fisika, Biologi, Kimia).
3.
Kurikulum terpadu (Integrated Curriculum) yaitu
kurikulum yang meniadakan batas – batas antara berbagai bidang dan didalam mata
pelajaran tersebut terdapat keterpaduan mata pelajaran serta menyajikan bahan
pelajaran dalam bentuk unik.
B. Implementasi Manajemen Kurikulum
1. Manajemen
Perencanaan Kurikulum
Bagaimana implementasi kurikulum akan baik jika Perencanaan
kurikulum terealisasi sebagai suatu proses sosial yang kompleks dan menuntut berbagai jenis
tingkat pembuatan keputusan kebutuhan untuk mendiskusikan dan mengkoordinasikan
proses penggunaan model-model aspek penyajian kunci. Sebagaimana pada umumnya
rumusan model perencanaan harus berdasarkan asumsi-asumsi rasionalitas dengan
pemrosesan secara cermat. Proses ini dilaksanakan dengan pertimbangan
sistematik tentang relevansi pengetahuan filosofis (isu-isu pengetahuan yang
bermakna), sosiologis (argumen-argumen kecenderungan sosial), dan psikologi
(dalam menentukan urutan materi pelajaran).
Perencanaan
kurikulum dijadikan sebagai pedoman yang berisi petunjuk tentang jenis dan
sumber peserta yang diperlukan, media penyampaian, tindakan yang perlu
dilakukan, sumber biaya, tenaga, sarana yang diperlukan, sistem kontrol, dan
evaluasi untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan perencanaan akan memberikan
motivasi pada pelaksanaan sistem pendidikan sehingga dapat mencapai hasil yang
optimal.
Kegiatan
inti pada perencanaan adalah merumuskan isi kurikulum yang memuat seluruh
materi dan kegiatan yang dalam bidang pengajaran, mata pelajaran,
masalah-masalah, proyek-proyek yang perlu dikerjakan. Isi kurikulum dapat
disusun sebagai berikut:
- Bidang-bidang keilmuan yang terdiri atas ilmu-ilmu sosial, administrasi, ekonomi, komunikasi, IPA, matematika, dan lain-lain.
- Jenis-jenis mata pelajaran disusun dan dikembangkan bersumber dari bidang-bidang tersebut sesuai dengan tuntutan program.
- Tiap mata pelajaran dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasan atau standar kopetensi dan kopetensi dasar.
- Tiap-tiap mata pelajaran dikembangkan dalam bentuk silabus.
2. Manajemen
Pengorganisasian dan Pelaksanaan Kurikulum(Implementasi Manajemen Kurikulum)
Manajemen pengorganisasian dan pelaksanaan atau implementasi manajemen kurikulum
adalah berkenaan dengan semua tindakan yang berhubungan dengan perincian dan
pembagian semua tugas yang memungkinkan terlaksana. Dalam manajemen pelaksanaan
kurikulum bertujuan supaya kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal
ini manajemen bertugas menyediakan fasilitas material, personal dan
kondisi-kondisi supaya Implementasi Manajemen kurikulum dapat terlaksana dengan baik.
Implementasi Manajemen kurikulum dibagi menjadi dua:
a. Pelaksanaan
kurikulum tingkat sekolah
b.
Pelaksanaan kurikulum tingkat kelas
3.
Manajemen Pemantauan dan Penilaian Kurikulum
Pemantauan kurikulum adalah pengumpulan informasi
berdasarkan data yang tepat, akurat, dan lengkap tentang pelaksanaan atau Implementasi manajemen kurikulum
dalam jangka waktu tertentu oleh pemantau ahli untuk mengatasi permasalahan
dalam kurikulum. Pelaksanaan kurikulum di dalam pendidikan harus dipantau untuk
meningkatkan efektifitasnya. Pemantauan ini dilakukan supaya kurikulum tidak
keluar dari jalur. Oleh sebab itu seorang yang ahli menyusun kurikulum harus
memantau pelaksanaan kurikulum mulai dari perencanaan sampai mengevaluasinya.
Secara garis besar pemantauan kurikulum bertujuan
untuk mengumpulkan seluruh informasi yang diperlukan untuk pengambilan
keputusan dalam memecahkan masalah ini lah substansi dari konsep Implementasi Manajemen kurikulum. Dalam tataran praktis, pemantauan kurikulum
memuat beberapa aspek, yaitu sebagai berikut:
- Peserta didik, dengan mengidentifikasi pada cara belajar, prestasi belajar, motivasi belajar, keaktifan, kreativitas, hambatan dan kesulitan yang diahadapi.
- Tenaga pengajar, dengan memantau pada pelaksanaan tanggung jawab, kemampuan kepribadian, kemampuan kemasyarakatan, kemampuan profesional, dan loyalitas terhadap atasan.
- Media pengajaran, dengan melihat pada jenis media yang digunakan, cara penggunaan media, pengadaan media, pemeliharaan dan perawatan media.
- Prosedur penilaian: instrument yang dihadapi siswa, pelaksanaan penilaian, pelaporan hasil penilaian.
- Jumlah lulusan: kategori, jenjang, jenis kelamin, kelompok usia, dan kualitas kemampuan lulusan.
4. Perbaikan
Kurikulum
Dalam pelaksanaan implementasi manajemen kurikulum, Kurikulum
suatu pendidikan itu tidak bisa bersifat selalu statis, akan tetapi akan
senantiasa berubah dan bersifat dinamis. Hal ini dikarenakan kurikulum itu
sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan yang menuntutnya untuk melakukan
penyesuaian supaya dapat memenuhi permintaan. Permintaan itu baik dikarenakan
adanya kebutuhan dari siswa dan kebutuhan masyarakat yang selalu mengalami
perkembangan dan pertumbuhan terus menerus.
Perbaikan
kurikulum intinya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar implementasi Manajemen Kurikulum dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan yang dapat disoroti
dari dua aspek, proses, dan produk. Kriteria proses menitikberatkan pada
efisiensi pelaksanaan atau Implementasi Manajemen kurikulum dan sistem intruksional, sedangkan kualitas
produk melihat pada tujuan pendidikan yang hendak dicapai dan output (kelulusan
siswa).
Berkaitan
dengan prosedur perbaikan, seluruh komponen sumber daya manusiawi, seperti:
administrator, pemilik sekolah, kepala sekolah, guru-guru, siwaswa, serta
masyarakat mempuanyai sangat berperan besar. Tanggung jawab masing-masing harus
dirumuskan secara jelas. Selain itu aspek evaluasi juga harus dikaji sejak awal
perencanaan program perbaikan kurikulum. Dengan evaluasi yang tepat dan data
informasi yang akurat akan sangat diperlukan dalam membuat keputusan Implementasi Manajemen kurikulum
dan intruksional.
Sedangkan dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita
Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus proses Implementasi manajemen kurikulum yang
terdiri dari empat tahap :
1. Tahap perencanaan
Meliputi langkah-langkah:
- Analisis kebutuhan
- Merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis
- Menentukan disain kurikulum
- Membuat rencana induk (master plan) pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.
2. Tahap pengembangan
Meliputi langkah-langkah:
- Perumusan rasional atau dasar pemikiran
- Perumusan visi, misi, dan tujuan
- Penentuan struktur dan isi program
- Pemilihan dan pengorganisasian materi
- Pengorganisasian kegiatan pembelajaran
- Pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar Penentuan cara mengukur hasil belajar.
3. Tahap
implementasi atau pelaksanaan (Implementasi Manajemen Kurikulum)
Meliputi langkah-langkah:
a. Penyusunan
rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
- Penjabaran materi (kedalaman dan keluasan)
- Penentuan strategi dan metode pembelajaran
- Penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran
- Penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar
- Petting lingkungan pembelajaran
4. Tahap penilaian
Terutama dilakukan untuk melihat sejauh mana kekuatan
dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif
maupun sumatif.
Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input,
proses, produk (CIPP) Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan
tujuan, kondisi aktual, masalah-masalah dan peluang. Penilaian Input:
memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi
design dan cost benefit dari rancangan. Penilaian proses memiliki fokus yaitu
pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program.
Penilaian product berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir
program (identik dengan evaluasi sumatif).
C. manajemen implementasi kurikulum di sekolah
Implementasi manajemen kurikulum atau Tatalaksana kurikulum di sekolah merupakan kegiatan yang
sangat penting di antara kegiatan-kegiatan administratif lainnya. Kurikulum
dengan diiringi tatalaksanan yang baik, tepat, dan cermat akan mampu membuahkan
hasil pendidikan yang baik pula, oleh karena itu para kepala sekolah harus memperhatikan secara khusus implementasi manajemen kurikulum
Memahami dan mengenal berbagai aspek administrasi pendidikan
di sekolah memang merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki
setiap guru, karena di samping tugas pokoknya sebagai pendidik, guru berfungsi
pula sebagai administrator yang menyangkut Implementasi Manajemen kurikulum.
1.
Organisasi
Kurikulum
Organisasi Kurikulum adalah pola
atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada
murid-murid. Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan
pendidikan yang hendak dicapai karena pola-pola yang berbeda akan mengakibatkan
isi dan cara penyampaian pelajaran berbeda pula.(Prof. Dr. Nasution, hal. 80
dalam B. Suryosubroto (1990), hal 1)
Macam-macam pola pengorganisasian kurikulum :
a. Separated
Subject Curicullum
Organisasi kurikulum ini menyajikan
segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah
satu sama lain. Beberapa hal positif:
Ø Bahan pelajaran disajikan sistematis
dan logis
Ø Organisasi kurikulum sederhana
Ø Penilaian lebih mudah
Ø Memudahkan guru dalam melaksanakan
pengajaran
Ø Persiapan masuk perguruan tinggi
b. Corellated
Curicullum
Organisasi kurikulum ini menghendaki
agar mata pelajaran itu satu sama lain ada hubungan (bersangkut paut) walaupun
batas-batas masih dipertahankan. Beberapa kebaikan corellated curicullum :
- Pengetahuan murid menjadi lebih integral, tidak terlepas-lepas.
- Dengan melihat hubungan erat antara mata pelajaran satu dengan yang lain, minat murid bertambah.
- Memberikan pengertian yang lebih luas dan mendalam karena memandang dari berbagai sudut.
- Diutamakan pengertian dan prinsip, bukan pengetahuan akan fakta.
Organisasi kurikulum ini meniadakan
batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam
bentuk unit atau keseluruhan.
2.
Struktur
Program Kurikulum dan Implikasinya dalam Kegiatan Administratif
Pada kurikulum 1975 kita jumpai bahwa kurikulum pada garis
besarnya terperinci dalam beberapa program pendidikan.
a. Program
Pendidikan Umum
Adalah program yang diberikan kepada
semua siswa dan mencakup Pendidikan Moral Pancasila yang berfungsi bagi
pembinaan warga negara yang baik.
b. Program
Pendidikan Akademis
Adalah program pendidikan yang
diperlukan sebagai dasar untuk melanjutkan studi ke tingkat pendidikan
selanjutnya.
c. Program
Pendidikan Ketrampilan
Adalah program pendidikan yang dapat di[ilih siswa dan ada
juga yang bersifat terikat.
Menurut kurikulum 1984 yang mulai diberlakukan di SMA,
Struktur Program Kurikulum meliputi: (1)Program Inti, (2)Program Pilihan
Kegiatan administrasi kurikulum dititikberatkan pada usaha
pembinaan situasi belajar mengajar di sekolah agar selalu terjamin
kelancarannya. Kegiatan administrasi kurikulum yang terpenting di sini meliputi
:
1. Kegiatan yang amat erat kaitannya
dengan tugas guru
Kegiatannya meliputi:
a. Pembagian
tugas mengajar
Pada sekolah dasar misal pembagian
tugas untuk bertanggungjawab mengajar satu kelas tertentu. Sedangkan pada
sekolah lanjutan yaitu tentang penempatan guru pada kelas tertentu.
b. Pembagian
tugas dalam membina ekstrakurikuler
Agar kegiatan ekstrakurikuler
seperti pramuka, UKS, koperasi, dan sebagainya dapat berjalan lancarperlu
diadakan pembagian tugas di antara para guru tersebut.
c. Koordinasi
persiapan mengajar
Setiap guru wajib menyusun
satuan-satuan pelajaran yang akan disampaikan kepada anak didiknya (persiapan
mengajar) dan perlu dikoordinir oleh kepala sekolah.
2. Kegiatan
yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar
Kegiatan ini meliputi :
a. Penyusunan jadwal pelajaran
b. Penyusunan program (rencana)
berdasar satuan waktu tertentu
c. Pengisian daftar kemajuan murid
d. Penyelenggaraan evaluasi hasil
belajar
e. Laporan hasil evaluasi
f. Kegiatan bimbingan penyuluhan
3. Menyusun
Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan atau kalender
akademik pada dasarnya adalah pengaturan waktu dan atau penjadwalan kegiatan di
sekolah baik kurikuler maupun ekstrakurikuler serta kegiatan penunjang lainnya
selama satu tahun ajaran, dengan maksud agar tercapai penggunaan waktu sekolah
secara optimal dalam rangka usaha meningkatkan mutu pendidikan nasional.
4. Menyusun
Satuan Pelajaran
Satuan pelajaran merupakan unit
terkecil program pengajaran yang disiapkan oleh guru sebelum proses belajar
mengajar berlangsung. Akhir-akhir ini dalam usaha pengembangan lebih lanjut
dari para pemikir pendidikan, maka proses belajar mengajar di kelas disarankan
(harus) lebih mengaktifkan siswa, bukan lagi fihak guru yang aktif menyampaikan
materi pelajaran. Pola belajar demikian kemudian disebut Cara Belajar Siswa
Aktif (CBSA) mengakibatkan persiapan guru dalam program belajar mengalami
sedikit perubahan. Dengan demikian, penyusunan satuan pelajaran dapat dikatakan
seperti penyusunan rencana kegiatan pembelajaran (RPP). Sebagai contoh dalam
satuan pelajaran dengan pola PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional)
terdapat langkah-langkah pokok seperti perumusan tujuan, mengembangkan alat
evaluasi, menetapkan kegiatan belajar-mengajar, merencanakan program
kegiatan,dll.
5. Melaksanakan
Sistem Kredit Sekolah
Penerapan sistem kredit dimaksudkan
ntuk meningkatkan tepat guna, daya guna, dan hasil guna pendidikan, yang
sekaligus dikaitkan pula dengan sistem penilaian siswa. Yang dimaksud dengan
“kredit” adalah ukuran satuan beban belajar siswa yang ditentukan oleh jumlah
jam pelajaran tatap muka dan pekerjaan rumah per-minggu per semester.
6. Menyelenggarakan
Evaluasi Hasil Belajar
Penyelenggaraan evaluasi (penilaian)
hasil belajar siswa merupakan salah satu tugas-kegiatan dari Implementasi Manajemen kurikulum. Evaluasi berguna dan bertujuan untuk mendapatkan umpan balik bagi
guru tentang sejauh mana tujuan instruksional (pengajaran) telah tercapai
sehingga guru dengan demikian mengetahui apakah guru masih harus memperbaiki
lagi langkah yang ia tempuh dalam kegiatan mengajar.
Bagi siswa hasil evaluasi akan menunjukkan kepada mereka
betapa keberhasilan mereka dalam kegiatan belajar yang pernah mereka lakukan.
Macam-macam evaluasi hasil belajar di sekolah meliputi :
1. Tes
formatif
Yaitu evaluasi atau usaha penilaian
hasil belajar berupa tes yang diberikan kepada siswa setelah satu pokok bahasan
selesai dipelajari.
2. Tes sub
formatif
Yaitu tes yang diberikan kepada
siswa dengan bahan atau materi meliputi beberapa pokok nahasan yang sejenis.
3. Tes
sumatif
Yaitu evaluasi atau usaha penilaian
hasil belajar berupa tes yang diberikan kepada siswa setelah kegiatan
belajar-mengajar berlangsung dalam satuan waktu tertentu.
4. Evaluasi
belajar tahap akhir
Merupakan usaha penilaian yang
terakhir dilakukan untuk mengungkap hasil belajar siswa secara keseluruhan
selama ia belajar di sekolah tersebut.
5. Menyusun
Laporan Pendidikan
Dalam kegiatan profesionalnya
sehari-hari, kepala sekolah dan guru dihadapkan kepada hal-hal yang perlu
dikomunikasikan. Komunikasi tersebut diperlukan dalam menjalankan semua peranan
di sekolah sebagai pengajar, penatalaksana atau administrator, dan sebagai
pembimbing.banyak pihak seperti kepala sekolah, murid, orang tua, dan rekan
sekerja sangat memerlukan keterangan yang relevan dari guru. Kebutuhan
pihak-pihak tersebut akan keterangan, penjelasan, atau informasi pada umumnya
bersifat terus menerus dan berkelanjutan.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Implementasi Manajeman kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang komperatif,
komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian
tujuan kurikulum.
Implementasi Manajemen kurikulum dan pembelajaran bertujuan untuk:
a. Pencapaian
pengajaran dengan menitik beratkan pada peningkatan kualitas interaksi belajar
mengajar.
b. Mengembangkan
sumber daya manusia dengaan mengacu pada pendayagunaan seoptimal mungkin.
c. Pencapaian
visi dan misi pendidikan nasional.
d. Meningkatkan
kualitas belajar mengajar disuatu pendidikan tertentu.
Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi
dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan Implementasi manajemen kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari
para peserta didik.
Pengorganisasian kurikulum bertalian erat dengan tujuan
pendidikan yang ingin dicapai. Pola-pola pengorganisasian kurikulum
diantaranya: Separated Subject Curriculum, Correlated Curriculum, Integrated
Curriculum. Implementasi Manajemen kurikulum merupakan pelaksanaan interaksi belajar
mengajar, yang dapat terbagi menjadi tiga tahap yaitu: persiapan, pelaksanaan
pelajaran, dan penutupan.
Manajemen yang baik akan menghasilkan produk yang baik pula, mungkin
perkataan tersebut sangat cocok ditujukkan kepada semua sekolah di semua jenjang pendidikan. Manajemen implementasi kurikulum sangat bermanfaat dalam mengatur
strategi pembelajaran di sekolah. Maka dari itu pengembang kurikulum harus
pandai-pandai dalam mengaturnya sesuai dengan prinsip dan fungsi Implementasi manajemen
kurikulum itu sendiri.
B. Saran
Implementasi Manajemen kurikulum memiliki peranan
penting dalam proses pendidikan yang diselenggarakan sekolah maupun pemerintah,
oleh karena itu hendaknya baik pihak sekolah maupun pemerintah memperhatikan
rambu-rambu dalam mengambil sebuah kebijakan dalam proses terjadinya
pendidikan.
Implementasi Manajemen kurikulum hendaknya
menjadi pegangan dan pemahaman dalam menerapkan kurikulum yang semata bukan
hanya sebatas pemahaman akan tetapi di terapkan dalam kehidupan sehari-hari
tentunya dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga mutu dan nilai yang
menjadi patokan dalam suatu lembaga bisa terwujud dengan baik.
Implementasi manajemen kurikulum sangan di pengaruhi oleh kebijakan sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Sudarsyah, Asep dan Diding Nurdin, Manajemen
Implementasi Kurikulum, dalam Tim Dosen Adminstrasi Pendidikan UPI, Manajemen
Pendidikan(Bandung: Alfabeta, 2010).
Suryosubroto, B. 1990. Proses belajar mengajar di sekolah.
Jakarta : PT Rineka Cipta
Tita Lestari. 2009. Penyusunan
Program, Pelaksanaan dan Pelaporan Hasil Pengawasan. Materi ToT Calon
Pengawas. Jakarta: Direktorat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar